Jun 30, 2010

I hate to be me

nyampah lagi di blog....

blog ini lama kelamaan isinya sampah hidup gue deh...

entah kenapa gue lagi benci sama hidup gue akhir-akhir ini...

pengen ngilang...pengen sendiri..pengen renungin sesuatu...


au ah......


kebetean disebabkan kehadiran seseorang yang emang susah banget dibuang ternyata...

Jun 22, 2010

Lucky - Jason Mraz ft Colbie Caillat


Do you hear me,
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh





*entah kenapa saya suka lagi ini....
setidaknya pernah mengalami hal ini... ehehehe

Jingga dalam cakrawala Senja








Namanya Jingga.

Sosok laki-laki yang selama ini ia perhatikan dari jauh.

Entah kenapa ia memberinya nama Jingga. Padahal ia berjenis kelamin laki-laki…seharusnya lebih cocok dipanggil Bayu, Andri atau apalah nama laki-laki lazim lainnya.

Toh warna tidak memiliki unsur gender. Jadi sah-sah saja ia memanggilnya Jingga.

Jingga, memang bukan nama asli yang disandang laki-laki tersebut. Namun begitulah Senja memanggilnya.

Jingga..Jingga..dan Jingga…

Jingga bukan bagian dari warna primer… ia merupakan bagian dari warna turunan dan campuran..ketika oranye bertemu kuning dan bersatu dengan cokelat…

Tapi Jingga yang Senja tau adalah ketika oranye berbaur dengan kelabunya awan… ketika matahari perlahan mendekati haris horizon laut Jingga itu hadir bersatu dengan biru kelamnya laut dan memudarnya pesona langit yang biru cerah…

Ketika itu lah Senja melihat Jingga. Memperhatikan Jingga. Meng’untit’ Jingga. Hingga Ia tau jika Jingga sedang gulita. Jika Jingga sedang hilang.

Namun semua jelas berbeda dengan Jingga. Ia tak pernah tau dan tak pernah mengenal Senja. Baginya ia hanya sendiri. Tanpa bayangan sekalipun. Tanpa teman. Dan tanpa cinta semenjak ia melihat gulitanya dunia.

Sendiri. Meski ia tau ia tak mungkin hadir dunia sendiri. Ia pasti hadir dari rahim seorang perempuan. Tapi perempuan yang tak pernah ia tahu, dan laki-laki yang seharusnya ia panggil ‘ayah’ yang tak pernah ia tahu wujudnya.

***

Senja… sosok perempuan jawa pada umumnya. Pemalu dan halus. Tak pernah bisa berkata tidak. Selalu mengangguk atau diam merupakan bahasa tubuhnya. Perempuan yang dilahirkan dengan kultur jawa yang sangat kental. Ayahnya seorang abdi dalem keraton dan ibunya seorang penari keraton.

Sejak akhil baligh ia sudah ikut ayahnya menjadi abdi dalem keraton dan mengajar tari untuk anak-anak kecil karena ia mewarisi bakat sang ibunya yang penari handal. Dan karena bakti dari uyut hingga ayahnya di keraton senja bisa mengenyam pendidikan dengan subsidi dari keraton.

Wajahnya yang lugu dan ayu tak pelak banyak bujang-bujang anak dari abdi dalem lainnya tak segan untuk mendekatinya. Sekedar mencari tahu tentang dirinya bahkan hingga ada yang tak sungkan-sungkan mengajaknya menjalin kasih. Namun semua itu selalu ia jawab dengan gelengan halus. Atau kata tidak dengan halus.

Senja kini berumur menginjak dewasa. Keluguan wajahnya tidak hilang namun keayuannya semakin nampak. Wajah gadis jawanya semakin memperkuat karakter halusnya. Dan semakin banyak lelaki yang berusaha keras mendapatkan perhatiannya. Dan semakin banyak ia menggelengkan kepalanya namun semakin sedikit bibirnya mengucap kata. Terlalu takut dan malu untuk bicara.

“nduk, wis waktu ne koe iki menikah nduk.” Kali waktu bapak menasihatinya. Bahkan Ibu juga menyarankan dan mengajukan calon

“iyo nduk, koe wis nduwe calon belum nduk?”

Senja hanya menunduk sambil memaikan benang rajutannya. Dengan lirih ia mengucap “belum, bu”

“saya kan baru 22 tahun bu. Masih lama. Lulus kuliah saja belum bu.”

“masih lama piye tho nduk?” sahut Ibu “ibu mu ini menikah sama bapak mu itu waktu umur ibu 19 tahun nduk.”

“tapi bu, saya masih mau bekerja dulu” Senja makin menunduk. Tak enak rasanya mengucap kata tapi kepada ibunya.

“Bekerja gimana ? Kamu itu mau kerja apa tho ? ndak cukup mengajarkan anak-anak menari ?” sahut Ibu lagi.

“ wis, kalo kamu ndak punya calon. Biar ibu dan bapak yang mencarikan calonnya. Yang pasti tahun depan kamu harus menikah. Ibu sudah malu sama gunjingan tetangga nduk. Iku si Asih, sudah menikah tengah tahun lalu. Anak ‘e Pak Wiryo juga sudah menikah sebulan lalu. Padahal mereka semua seusia sama kamu tapi sudah menikah semua.”

Kali ini Ibu banyak memberikan petuah. Tak seperti biasanya. Ibu yang biasanya hanya sedikit berkomentar. Dan kali ini malah bapak diam saja.

Senja tau, ia banyak digunjingkan karena ia banyak menolak laki-laki yang datang ke rumahnya. Takut terkena karma kamu itu kebanyakan menolak kata ibu dilain waktu. Ibunya pun jadi terkena imbasnya. Dikatakan tidak bisa memberikan nasihat buat anaknya, tidak mampu menjaga anaknya.

Senja pun bingung, kenapa sampai seperti itu ia dibincangkan tetangga dan kerabat ibu bapaknya.

Ia hanya menghela nafas panjang.

“sudahlah nduk, ndak usah diambil pusing omongan ibumu yo. Ibu mu sing pengen nggendong cucu wae nduk.” Bapak mengusap kepala Senja menenangkan.

Dan Senja juga tau, hati bapaknya juga berat melihat anaknya banyak menolak. Tapi Senja mengerti, bapaknya pasti memahami mengapa ia sampai saat ini belum memilih untuk menikah.

***

Jingga

Bayi memerah itu diletakkan begitu saja di trotoar jalan. Menangis didalam kardus. Tanpa ada orang yang mendengarnya sedikitpun. Sepi. Dan sunyi menemani bayi itu semenjak ia dilahirkan dari rahim perempuan yang tak pernah diketehauinya. Laki-laki yang turut andil akan kehadirannya pun tak pernah sudi melihat ia meski saat ia masih dalam rahim.

Bayi itu bertahan hidup dengan dihidupi oleh kakek renta yang mengasong jajanan di lampu-lampu merah.

Kemudian kakek yang ia panggil hingga umur 7 tahun itu meninggal menjadi korban tabrak lari saat menjajakan minuman gelas di pertigaan lampu merah.

Ia sendiri lagi dikala usia yang belum mampu mengartikan hidup.

Berkelana berbaris menjejer saat pembagian jatah makanan dari masjid dibagikan. Mengemper dijalan menadahkan tangan yang ia contoh dari ibu-ibu dan anak-anak sepantaran mereka untuk mendapatkan uang.

Ia hanya sedikit beruntung karena ia memiliki otak yang cerdas. Hingga ada pengasuh panti yang mengambilnya dari jalan. Dididiknya dan disekolahkan meski ia harus selalu menerima ayunan sapu lidi di bokongnya.

Naas ketika panti itu digusur karena tanah yang ditempatinya akan dibangun sebuah gedung bernama Mall.

Ia mengelana lagi di jalan.

Memang seharusnya aku hidup di jalan. Karena aku berasal dari jalan

Itulah yang terpatri di hatinya.

Menjadi manusia jalanan. Ia bertahan hidup. Meneruskan sekolahnya dengan bekerja serabutan menjadi kuli angkut di pasar. Menjadi asongan di lampu merah seperti kakek’nya. Menjadi apapun demi ia bisa mencicipi bangku sekolah. Tak muluk-muluk hingga perguruan tinggi. Menyelesaikan jenjang SMP pun sebuah keajaiban baginya.

Dan memang Tuhan Maha Adil –sesuatu yang tidak pernah ia sadari karena angkuhnya diri—ia berhasil melanjutkan SMA bahkan hingga perguruan tinggi dari beasiswa-beasiswa yang didapatnya.

***

Senja memandang Jingga sebagai mana jingga mewarnai sore ketika senja. Maskipun warna itu tidak mau tau ia mewarnai apa dan siapa.

Senja mengartikan Jingga sebagai teman sunyinya. Sama seperti senja bertabur jingga.

Senja mengejawantahkan keberadaan Jingga sebagai sebuah rasa yang ia tidak tahu itu dinamakan apa. Meronakan tiap sudut hidupnya. Meski Senja tau Jingga tak pernah tau.

Karena Jingga selalu dalam warnanya sendiri.

***

Jingga tidak pernah mengacuhkan hadirnya Senja sejak pertama mereka dipertemukan dalam garis cakrawala bumi.

Yang ia hanya tau. Ia selalu ada ketika kemuning bersatu dengan kelabu. Itulah warna hidupnya. Tak pernah ia merasa butuh seorang teman atau sahabat.

Hingga 25 tahun ia hidup ia berusaha sendiri untuk selalu bisa bernafas. Meski perutnya selalu menahan lapar hingga berhari-hari. Ia angkuh karena situasi membuatnya angkuh. Ia sunyi karena ia merasa –manusia selalu merasa dengan rasa subjektifnya tanpa pernah tau ada rasa yang mungkin terbagi dengan yang lain— lahir dari kesunyian.

Dan ia senang dengan senyap. Ia mempersepsikan hidup dalam alam pikirnya. Ia menjustifikasi hidup menjadi kelabu. Gelap dan abu. Tak lagi warna. Karena abu bukan warna.

***

Bagi Senja, Jingga adalah warna. Senja tak akan pernah lengkap tanpa warna Jingga. Ia menghangatkan mata yang melihatnya dan hati yang merasakannya. Tapi sayang Jingga tak pernah tahu ada hati yang terhangatkan dengan warnanya.

--to be continued--

***

Jun 18, 2010

posting tidak penting sedunia

pengennn tau

saya penasaran...

tuhaaaaaannnnn...tunjukkan lah....berikanlah sign itu....


jadikan itu tidak kabur dan menjadi jelas...


lebih sabar lagi ya siwi

Jun 17, 2010

antara taun baru dan polsek


iseng-iseng ga berhadiah...
daripada meratapi nasib ga bisa nonton jerman-serbia nanti malam ya udahlah lebih baik nyampah di blog sendiri....hueehehehehe...

sebenrnya ini cerita aneh tentang awal 2010 kemaren...bisa dibilang taun baru teraneh yang pernah saya alami....

bermula dari rencana saya dan teman saya si jandi (sebutlah seperti itu) untuk memanfaatkan libur semester 5 (sebulan) kemaren dengan menimba ilmu di pare....
ngomong2 tentang pare...adakah yang tidak tahu letak daerah teresbut ??!! kalo ga tau...wajar aja sih...karena 80% teman angkatan saya ga tau letak pare dimana..jangankan pare,,bahkan kota nya aja (kediri) ga tau dimana...ehehehe

jadi pare itu nama sebuah desa lah ya katakan..tapi desa modern,,yang terkenal dengan sebutan 'kampung inggris'...kenapa dibilang kampung inggris saya ceritain kapan-kapan deh....

nah...kita -saya dan jandi- berangkat ke pare tanggal 22 desember 2009...naik kereta senja kediri..berangkat dari st.jatinegara jam 15.00 sampe st.kediri jam 07.00 (lumayan pegel pantat saya selama perjalanan)

yaaaa time goes by..akhirnya sampailah di tanggal 29 desember..kita pun merencanakan liburan pas tanggal 1 januari nya...dimulai dari rencana main ke surabaya (karena saya ada teman disana) sampe ke bromo (karena ada temennya jandi yang mau hunting photo disana) dan setelah kongkalikong sepakatlah untuk ke bromo pas tanggal 1 januari 2010 nya....
berangkat setelah juma'atan (oh iya personil nya tambah satu temen kampus kita namanya awan) karena si awan harus juma'atan dulu...

sebelum fiksasi ke bromo kita cari tau dulu gimana caranya bisa nyampe dari pare ke bromo dengan selamat sampai tujuan....

dan akhirnya dapet rute pare-malang-purwodadi-nongkojajar-bromo...
dengan berkali-kali berganti kendaraan...

jumatan pun usai...kita janjian ketemu di depan masjid di jalan -lupaa- dan brangkat menuju bis rute kediri-malang lewat...setengah jam nunggu si bis yang ga dateng2,,akhirnya dateng juga...

penuh sukacita kita di bis...menyaksikan pemandangan penuh sawah...masuk ke malang lebih menarik lagi...kehidupan kota mulai terlihat...oh iyaa..perjalanan dari pare ke malang sekitar 4 jam...dan kita turun di terminal entah namanya apa pokoknya terminal...trus naik sejenis mikrolet sampe ke apalah namanya pokoknya ke tempat bis tiger lewat untuk ke purwodadi...

sampe malang ternyata lewat dari prediksi karena hujan dan malang malam itu macetnya subhanallah...akhirnya nyampe tempat bis tiger itu sekitar jam 7malem...

dari tempat itu ke pertigaan purwodadi sekitar 1,5 jam..jam 8.30 malem kita sampe dipertigaan purwodadi...
dan jengjenggggggggg.......

disinilah dimulai hal yang enak ga enak,,,,
turun lah kita bertiga dari si bus tigernya itu di depan polsek purwodadi...

si awan akhirnya bertanya "pak kalo mau ke nangkajajar naik apa ya?"

si pak polisi berkumis (ppb) "lho si mas nya mau kemana ya?"

si awan "mau ke bromo pak..."

si PPB "lhaaaa mas...jam segini sudah ga ada kendaraan umum yang ke nangkajajar,,,terakhir sebelum magrib tadi ma....."

kita bertiga mulai panik....

huaaaaaa..udah sampe sini trus ga bisa ke sana gituh????what the h........

"nanti bisa naik travel mas...tapi nunggu jam 12 malem...biasanya lewat jam segitu...." si ppb menenangkan


kita semua..."alhamdulillah...."

si ppb dengan baiknya "nunggu didalam saja mas...." (disuruh masuklah kita ke polsek,,numpang solat magrib sama isya)

karena kelaperan...akhirnya kita nyari makan di pasar purwodadi....sambil nyari sarung tangan ama kaos kaki (dengan prediksi bakalan kedinginan di bromo)....

waktu pun berlalu...jam 11 malem..kita disuruh tidur didalam polsek....di ruang tunggunya....

"tidur dulu mas, mba... nanti malem jam 1 an saya bangunin kalo travelnya udah lewat..." si ppb menyarankan....

oke kita tidur...menunggu si travel...dengan harap2 cemas..dan membayangkan subuh2 kita udah sampe di bromo...
jam 00.00 belum ada tanda2 si travel lewat...
jam 00.30......menambah kecemasan.....
jam 01.00 si awan dibangunin...ada travel lewat satu biji....tapi PENUH ga bisa ngangkut 3 makhluk menyedihkan di polsek...
katanya si mas travel.."ada lagi pak satu travel..jam 2an akan lewat....."
okeee....ditenangkan sedikit....
kita disuruh tidur lagi...ditemenin nyamuknyamuk nakal....ngiungngiung...
jam 01.30....ternyata ada tangkapan..hohoho..si pak polisi baru ngegerebek pasukan judi....ternyata kita punya temen di polsek..eehehehehehe....

jam 02.00.....03.00...04.00....si travel yang dimaksud tidak datang2...mulai kita hopeless...bayangan bromo yg cakep pas sunrise tiba2 lenyap..hilang..berganti wajah si bapak polisi berkumis (yg ini ga nyambung emang)....pokoknya kita udah bener2 hopeless ga bakal bisa ni kaki sampe bromo....
ga mau maksain juga pagi2 subuh ke bromo..udah cape nongkrong semaleman di polsek...hikssssss

melewatkan tahun baru dengan bermalam di POLSEK Purwodadi....di tanggal 1 Januari 2010.....
melewatkan Tahun Baru yang dimana orang2 merayakannya dengan suka cita...sedangkan kita melewati satu malam penuh 1 Januari di POLSEK.......



menyedihkan...
tapi akhirnya dijalan kita memutuskan buat main ke pojun...daerah deket batu.....ya sudahlah..akhirnya main di coban rondo...wisata air terjun....
yaaa sudah lah.....
ga ada bromo coban rondo pun jadi....

#pesan moral: bener2 harus dipastikan rute perjalanan anda...kalo mau nyasar cari yang deket kantor polisi (c/ polsek ato apalah itu) jadi ada tempat nginep sementara kalo nyasar malem2 dan ga mungkin balik lagi...

Jun 15, 2010

mesin penenun hujan---Frau---


Mesin Penenun Hujan

Merakit mesin penenun hujan
Hingga terjalin, terbentuk awan
Semua tentang kebalikan
Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu

Keputusan yang tak terputuskan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita

Kau sakiti aku, kau gerami aku,
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awan

Merakit mesin penenun hujan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita

Jun 12, 2010

random

sudah lewat dari tanggal 4 juni berarti..dan sudah lewat dari seminggu ni blog saya anggurin...
huaaaa akhirnya LIBUUUUUUR....setelah aksi 'comeback' ngerjain semua tugas kuliah yang saya pernah tinggalin dan nyerah selama tiga minggu....dan akhirnya usaha itu terbayar dengan yaaa nilai yang menurut saya cukup adil dengan usaha yang sangat tidak keras dan maksimal.... B untuk 12 sks (hanya satu matakuliah).....tapi cukup.....
meski indeks prestasi saya harus turun sebanyak 0,9 (ukup gila saya melihat grafik ip saya terjun bebas sebebasbebasnya ariel bikin video porno #lhaaaa??) tapiiiii sekali lagi ya harus disyukuri...sangat disyukuri kumulatif saya hanya turun 0,05.....subhanallahu....

ini memang sentilan atau tamparan atau tendangan dari Alloh untuk menyadarkan saya mungkin...yang terlena dengan nilai baik selama 2 semester berturut-turut...yaaa dengan cara ini saya disadarkan....


6 bulan tepat....

januari silam saya memulai suatu 'gebrakan' nyleneh saya untuk memulai hari baru...gebrakan yang sangat tidak diberkahi....hmmm....suatu yang akhirnya membuat saya berpikir..."ini siwi?"

mulai menanggalkan pekanan...amanah...dan izzah...
6 bulan lalu....
ketika saya yang saat itu sangat berpikir tidak waras...
ketika saya sangat marah dengan yang namanya dakwah teknik
ketika saya sangat antipati dengan makhluk yang bernama akhwat dan ikhwan
ketika saya sangat muak bertemu mereka
ketika saya mulai menjauhi mereka satu per satu...menjustifikasi mereka...

ketika dan ketika....

saat dan saat...

mulai melupakan rok kebesaran saya yang saya letakkan entah dimana dan beralih ke benda bernama celana ato jeans....
mulai melupakan jilbab lapis kedua yang entah saya simpan dimana dan beralih ke benda yang yang bernama jilbab paris yang tipis bikin semriwing (astagfirullah)...
mulai melupakan kaos kaki yang tiap hari hilang dan mulai beralih dengan telanjang kaki....

dan saat itulah saya bercermin..."inikah gue??"

saat batas bergaul tidak lagi melebur namun menjadi meleleh...mencair...dan tidak bisa dipisahkan...
saat tujuan hidup ini hanya dunia-dunia-dan-dunia...
tak pernah sebersit dzikrul maut...
ketika menjadi diri yang tidak pernah memikirkan untuk apa saya hidup...
untuk apa saya diciptakan oleh tuhan saya didunia ini...
diciptakan hanya untuk senang-senang sia-sia dan untuk kemudian mati tanpa guna??


bukankah Engkau tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada Mu...?

maka saya ini ???



huft....




dan kini...secercah kerinduan datang....
ketika sudah jumud dengan dunia penuh dengan kesia-siaan...bosan dengan dunia yang hanya bermain-bermain dan bermain...tanpa makna...tanpa arti...bahkan tanpa penghambaan sama sekali....





melalui ia mereka dan kamu....
membuat saya ingin kembali...
merasakan kembali apa yang dinamakan dakwah...


kembali meski saya memilih untuk kembali memulai dari awal...

doakan saja kawan...doakan agar saya bisa mensejajari kalian kembali...kemudian bisa berjalan bersama kalian dalam barisan kalian....



dan kini
genggam tangan ku erat...
jangan sampai ku hilang pegangan...

dan kini
ajak ku turut serta
agar aku tak lagi tertinggal dan jatuh


dan kini...
ijinkan aku kembali Ya Rabb....ijinkan,,,,ijinkan,,,